Diplo memamerkan dadanya yang dibalut jas pink saat tampil menjadi cover edisi terbaru ES Magazine. Tapi bukan hanya itu yang diungkap sang produser dalam sesi wawancaranya bersama majalah tersebut.

Bintang berusia 40 tahun ini membuka dirinya tentang kecaman yang didapat selepas mengkritik musik Taylor Swift. Katanya hal tersebut adalah, “keputusan terburuk dalam karirnya.”

Bagi yang lupa, di sekitar akhir 2017 Diplo menyebutkan dalam wawancara bersama Rolling Stone jika di trend streaming musik seperti saat ini, orang-orang lebih memilih mendengarkan ‘Rockstar’ atau ‘Bodak Yellow’ ketimbang ‘Look What You Made Me Do’, yang menurutnya adalah “pilihan” radio. Diplo juga menyebut jika ia merasa lebih terhubung dengan Post Malone ketimbang Taylor.

Menurutnya ia adalah seorang yang aneh dan humoris. Tapi humornya saat itu tidak berbuah baik. Lantas ia kemudian berpikir kalau tidak mau dikenang sebagai seorang bajingan. Ia mengaku bukan seorang bajingan, tapi menggunakan media sosial untuk bercandaan. Ia sekarang bersyukur karena sudah tidak lagi dianggap sebagai “villain” di musik pop.

Diplo menyebutkan jika saat ini ia lupa password untuk masuk ke akun Twitternya, karena sudah ada orang lain yang menggantikannya.